Di suatu perkotaan, yang terkenal akan majunya ekonomi kota tersebut. Ada wanita berambut hitam pekat berbadan ideal tinggi 148 berkulit putih. Seorang wanita ini bernama dinantara lutfhia. Bisa di panggil tara. Watak wanita ini adalah yang penting hidup, karena di perjalanan percintaan dia sering kali menerima kata " Pamit" Entah itu dari tara sendiri atau dari lelaki yang sedang dekat dengannya.
Awal tara memaklumi semua kepergian sampai di fase tara muak dengan rotasi percintaannya. Entah apa yang di rasakan tara , empat kali dia mengakhiri percintaan dan di akhiri percintaannya. Di usia yang sudah 27 ini. Seharusnya seperti teman teman yang sudah menikah dan sudah punya anak. Di benak tara sebenarnya ingin seperti teman temannya namun tara ini, punya prinsip yang kuat sekali untuk memilih ayah untuk anak anaknya ayah yang takut tuhan, ayah yang tanggung jawab. Suami yang sayang dengannya melebihi anak anaknya dan ibunya. Serta mertua yang syangg sekali dengan tara. Kadang tara ingin lancar seperti kawan sebayanya... Tapi apa yang di dapat tara hanya kisah semu dan monoton itu saja.
Tara tetap menjadi wanita periang dan tidak menunjukan kesedihannya hanya satu sahabatnya saja yang tau luka luka yang di rasakan dirinya yaitu arusita... Bisa di panggil sita. Tak jauh beda kisahnya bedanya syta ridak pernah di tinggal menikah seperti tara.
Hai... Aku tara...
Aku mau membagikan cerita sedihku sebagai pengalaman kalian, jangan ya seperti aku
" Pamit "
Setiap pengalaman adalah pelajaran berharga ya kawan. Setiap peristiwa adalah memori.
Terus ikuti kisahku ya karena akan ada beberapa part di dalamnya." Hehehe, kayak manusia probematik, tapi punya prinsip si... Kataku" Ujarku .
Sebelum aku bercerita apa kalian pernah punya mantan terfavorit walau mantan gak ada yang favorit hehehe.... , kalau ada kita sama!!
((Lanjut part 2 aja ya...))
Salam bahagia, dinantara lutfhia.
Komentar
Posting Komentar